Jumat, 08 November 2013

Anomali Gadget di Indonesia

BBM for Android & iOS


            Saat Blackberry resmi meluncurkan aplikasi BBM untuk device android dan iOS
Masyarakat Indonesia berlomba - loma untuk mendownload dan menginstall aplikasi
BBM di gadget Android dan iOS mereka.

      Cukup menggelikan melihat beberapa vendor device Android kelas menengah di Indonesia
melakukan promnosi bahwa device produksi mereka telah dilengkapi dengan OS 4.1 yang merupakan
syarat untuk instalasi aplikasi BBM.

    Bukan keunggulan device tersebut yang ditonjolkan, tetapi justru fitur BBM yang notabanenya adalah seturu abadi Android beserta aplikasi - aplikasinya.
     Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Blackberry selama 3 tahun terakhir dan mulai runtuh
dengan kelahiran device device android yang memiliki fitur lebih kaya dibandingkan device blackbeery dan juga harga yang lebih terjangkau. Android berhasil meambil alih tahta Blackberry hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun.

Fitur yang beragam, aplikasi yang esklusif seperti instagram membuat android cepat mencuri pasar di Indonesia yang terkenal dengan  perilaku konsumtif pada hal - hal yang berbabu teknologi.

    Namun mengapa BBM tetap diminati sedemikian hebohnya ? Padahal aplikasi berbagi pesan android seperti whatsapp,line dan kakako talk  mempunyai fitur yang lebih canggih dibanding BBM for android & iOS. Budaya "Latahan" yang sangat kental di Indonesia jawabannya.

    Kebanyakan pengguna gadget di Indonesia adalah orang yang hanya menggunakan 30% kemampuan gadgetnya. Kecenderungan mengikuti perkembangan jaman dan perkembangan media sosial yang pesat membuat pengguna gadget di Indonesia selalu ingin update. 

Padahal dalam kenyataanya mereka tidak tahu fungsi sebenarnya dari gadget yang mereka memiliki.

      Minimnya informasi atau justru malasnya pengguna gadget di Indonesia dalam mempelajari teknologi dan fitur yang terdapat dalam gadget mereka membuat pengguna gadget di Indonesia sebagai pengguna asal pakai,asal beli dan asal punya. 

     Hal ini menjadi sangat miris jika dibandingkan dengan jumlah kemiskinan yg juga berkembang di Indonesia. 

    Oleh karena itu ada baiknya bila kita menjadi bijak dalam menggunakan gadget kita. Kita tau apa kebutuhan kita dan tau seberapa jauh teknologi yang kita butuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar