Senin, 28 Oktober 2013

Mereka yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras


Penyiraman Air Keras

Kasus penyiraman air keras kembali terulang, kali ini menimpa personil band Saint Loco Berry Manoch.

Perdebatan yang berakhir dengan penyiraman air keras umumnya terjadi pada suatu pasangan. Cemburu kerap menjadi pemicunya.

Namun kini kasus penyiraman air keras tak hanya terjadi pada pasangan. Sejumlah kasus melaporkan air keras seperti menjadi senjata yang mudah didapat untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis lainnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengimbau kepada penjual cairan berbahaya untuk mendata setiap pembelinya sehingga peredaran cairan tersebut dapat diawasi.

"Mengimbau kepada penjual-penjual (air keras), dicatatkan pembelinya, berapa banyak dia beli dan alamatnya di mana," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/10/2013).

Seperti beberapa kasus yang berhasil dirangkum, sejumlah orang memilih mencelakakan orang lain dengan menggunakan air keras.


Lisa Face Off

Lisa Face Off
Masih ingat kasus Siti Nur Jazilah atau yang belakangan dikenal sebagai Lisa Face off? Kasus ini adalah kasus yang pernah mendapat sorotan besar.

Hingga kini Lisa sudah menjalani 17 kali operasi bedah untuk memperbaiki wajahnya yang rusak berat akibat disiram dengan air keras oleh suaminya sendiri pada tahun 2006 silam.

Lisa disiram air panas oleh suaminya, Mulyono di Surabaya pada tahun 2006 karena tidak ingin istrinya yang berparas cantik itu keluar rumah.


Siti Alfiah

Siti Alfiah
Sebelum kecelakaan yang menimpanya, Siti Alfiah memiliki wajah yang cantik sehingga banyak pria di tempatnya tinggal, Dusun Curahbanyak, Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan mendekatinya dan ingin menjadikannya pasangan.

Hingga pada tahun 2008 silam , seorang pria tak dikenal telah menyiram wajahnya dengan air keras sehingga membuat wajahnya menjadi cacat.

Pelaku penyiraman belum diketahui namun ia menduga kuat bahwa pelaku berkaitan dengan pria yang cintanya pernah ditolak Siti.

Tak hanya kehilangan pekerjaan sebagai buruh pabrik, Siti pun terpaksa harus menunda pernikahannya saat itu dengan tunangan, Ayon Danu Harjo.

Wartawan dan polisi



wartawan terkena air keras
Penyiraman air keras juga pernah dialami beberapa wartawan yang tengah menjalani tugas peliputan.

Pada Maret 2012, ada tiga wartawan yang terkena cairan zat kimia yang diduga sebagai air keras ketika sedang meliput aksi demonstrasi anti kenaikan harga BBM di depan gedung DPR RI.

Tak hanya tiga wartawan, beberapa polisi juga ikut terkena siraman air keras yang tidak diketahui darimana asalnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, penggunaan cairan kimia adalah modus baru yang digunakan oleh massa ketika sedang melakukan aksi unjuk rasa.


Anggota polisi Brigadir Sugito Aritonang

air keras
Anggota Polsek Johar Baru itu mengalami luka di bagian punggung akibat siraman air keras saat tawuran antarwarga di Johar Baru, Minggu (15/9/2013).

Waktu itu warga Gang Intan dan Topaz RW 1 dan RW 2, Johar Baru, saling serang di Jalan Intan, Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru.

Sugito yang tengah bertugas dan hendak memisahkan secara tiba-tiba merasakan lemparan cairan dari arah belakang.

Seragam yang dikenakannyapun langsung melepuh demikian juga bagian punggungnya yang terasa panas terbakar. Ia baru sadar cairan yang dilemparkan ke arahnya itu adalah cairan keras atau air raksa.

Mahasiswi Binus

 


Penyiraman air keras juga menimpa seorang mahasiswi Binus, LD (19) yang belum lama terjadi.

LD yang masih intensif dirawat di RS Royal Taruma, Tanjung Duren, Jakarta Barat mengalami luka bakar kategori stadium tiga.

Pelaku penyiraman yang tak lain adalah mantan kekasihnya, Riki Halim Levin (23) yang juga menempuh pendidikan di universitas yang sama. Hingga kini Riki masih buron.


Pelajar siram air keras

pelajar siram air keras
Awal Oktober lalu seorang pelajar sekolah menengah kejuruan di Jakarta Pusat menyiramkan air keras ke arah penumpang bus PPD 213 yang sedang berhenti di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

Pelaku berinisial RN atau Tompel (18) mengaku ia menyiramkan air keras karena dendam.

Akibatnya beberapa penumpang termasuk 4 diantaranya dalah pelajar yang menderita luka bakar.

Mereka yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras - INILAH.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar