Selasa, 22 Oktober 2013

4 Hal Menarik dari Prosesi The Wedding Royal


Pernikahan Gusti Kanjeng Ratu Hayu- Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro
 Sultan Yogyakarta Hamengkubuwono ke-X menikahkan putri keempatnya yaitu Kanjeng Ratu Hayu dengan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro, Selasa (22/10/2012). Prosesi pernikahan pun sudah berlangsung sejak kemarin.

Pernikahan yang melibatkan anggota kerajaan, atau the wedding royal, selalu menarik perhatian. Tak hanya puncak pernikahan, prosesinya yang lebih dari sehari dan sarat dengan budaya dan kepercayaan menjadi daya tarik tersendiri.

Demikian juga pernikahan Kanjeng Ratu Hayu dengan Pangeran Haryo Notonegoro.

Jika Anda tak berkesempatan menjadi saksi pernikahan dengan datang langsung ke Yogyakarta, Anda bisa mengetahui fakta menarik apa saja tentang prosesi The Wedding Royal itu.

Pernikahan Gusti Kanjeng Ratu Hayu- Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro

Prosesi pernikahan sejak Senin (21/10/2013)

Berlanjut hingga 23 Oktober 2013. Yaitu sejak keduanya masih berstatus calon pengantin hingga sudah menjadi pengantih yang sah.

Senin (21/10), berlangsung prosesi menjemput calon pengantin laki-laki di ndalem Mangkubumen menuju ke keraton yang dilakukan utusan Sultan.

Kedua calon pengantin lalu melakukan upacara siraman di tempat terpisah. Setelah itu upacara pengerikan anak rambut.

Hayu lalu menjalani prosesitantingan, yaitu ayahanda Hayu, Sultan Hamengkubuwono kembali mempertanyakan untuk mempertegas apakah putrinya bersedia menikah dengan calon menantunya. Malamnya, calon pengantin menjalani malam midodareni.

Sedangkan hari ini, Selasa (22/10), adalah upacara pembacaan ijab kabul oleh calon pengantin pria. Sedangkan mempelai wanita tidak ikut karena bersiap untuk proses panggih, yaitu pertemuan kedua pengantin.

Pernikahan Gusti Kanjeng Ratu Hayu- Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro


Mandi Air tujuh sumur

Yang menarik dari prosesi pernikahan adat Jawa adalah prosesi mandi air tujuh sumur.

Sehari sebelum menikah, putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X ini akan menjalani siraman dengan menggunakan air dari tujuh sumber mata air di keraton.

Mandi dari air tujuh sumur adalah sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Al Imam Ibn Hajar menjelaskan mandi dari air tujuh sumur yang berbeda atau tujuh sumber air yang berbeda adalah sebagaimana manusia diciptakan dari air dan tanah, maka air yang keluar dari tanah membawa kesembuhan untuk tubuh.

Pernikahan Gusti Kanjeng Ratu Hayu- Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro

Kerahkan 12 kereta keraton

Untuk mengantarkan pasangan mempelai dari keraton ke bangsal kepatihan untuk menjalani resepsi besok, Rabu (23/10), pasangan pengantin sekaligus sultan dan permaisurinya akan menumpang kereta keraton.
Sebanyak 12 kereta keraton akan dikirab untuk kebutuhan itu.

"Kirab itu peninggalan HB VII. Kalau dulu, pengantin perempuan ditandu dan pengantin laki-laki naik kuda. Sekarang naik kereta," kata GKR Hemas di Keraton Kilen Yogyakarta, Jumat, 18 Oktober 2013.

Naik kereta dianggap lebih efektif. Nantinya sebanyak 68 kuda akan digunakan untuk menarik 12 kereta tersebut.

Pernikahan Gusti Kanjeng Ratu Hayu- Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro

Diliput puluhan media nasional dan internasional

The Wedding Royal memang selalu menarik perhatian untuk diberitakan. Tak hanya pernikahan kerajaan di luar negeri, pernikahan kerajaan di dalam negeri juga mendapat perhatian luar biasa dari media.

Sebanyak 57 perusahaan media sudah resmi terdaftar akan meliput pernikahan agung GKR Hayu dengan KPH Notonegoro.

Tak hanya media lokal dan nasional, tiga media asing yaitu AP, AFP dan NHK Japan akan menjadi saksi dari pernikahan agung itu dan menyebarluaskan berita bahagia sepasang anak manusia, Hayu dan Notonegoro untuk memulai meniti bahtera rumah tangga.

Menurut Deni Reksa, Ketua Panitia Media Center Royal Wedding, sebenarnya ada 370 perusahaan media yang mendaftar dan beberapa media asing lainnya seperti Jerman dan Hongarian, namun karena tempat terbatas dan ada yang telat mendaftar, pihak istana terpaksa membatasi.

Hal Menarik dari Prosesi The Wedding Royal - INILAH.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar