Rabu, 27 Maret 2013

Sejarah Tukar Menukar Jersey Dalam Sepakbola

 
Swapping Shirts and Anecdotes


Asosiasi sepakbola tertinggi di dunia, FIFA pernah menyebutkan bahwa tukar-menukar jersey antar pemain sudah dilakukan di laga persahabatan antara Prancis lawan Inggris di Colombes, Paris yang tercatat pada 14 Mei 1931. Tim Prancis meminta kaos tim Inggris untuk merayakan kemenangan mereka dengan skor mencolok 5-2.
 
Namun, menurut buku “Swapping Shirts and Anecdotes”, kejadian itu mulai menjadi tren sejak Piala Dunia 1954 di Swiss. Akan tetapi beberapa tim pernah melakukan larangan pada tradisi tersebut, seperti yang paling diingat yang terjadi pada pertandingan babak perempatfinal Piala Dunia di Wembley, Inggris, 23 Juli 1966 yang mempertemukan rival abadi Inggris dan Argentina.

Ketika itu, Pelatih The Three Lions, Sir Alf Ramsey melarang keras para pemainnya untuk bertukar jersey dengan pemain tim Tango karena ia kesal dengan kelakuan kapten tim mereka, Antonio Rattin.
Kejadian itu berawal saat bek Argentina, Roberto Perfumo melakukan tackle dari belakang kepada seorang pemain Inggris. Tak ayal, Wasit Rudolf Kreitlein mendatanginya dan siap menghukum terdakwa tersebut. Akan tetapi datang Antonio Rattin yang memprotes keras keputusan tersebut dengan isyarat tertentu kepada wasit asal Jerman Barat itu.

Kesal dengan hal tersebut, Kreitlen langsung mengusirnya dari lapangan di pertengahan babak kedua. Merasa tak bersalah, sang pemain tetap bertahan di lapangan. Dia baru keluar setelah beberapa ofisial pertandingan, di antaranya Ken Aston, dan polisi menjemput paksa sang pemain.

Pada saat meninggalkan lapangan, Rattin melakukan hal kontroversial saat mengelap tangannya ke bendera di sudut lapangan dan duduk manis di ujung karpet merah yang menuju ke bangku VVIP milik Ratu Elizabeth.
Kontan saja perilaku tersebut membuat manajer Alf Ramsey sangat marah. Pada akhir laga, pelatih asal Inggris tersebut masuk ke dalam lapangan dan melarang pemainnya, George Cohen untu bertukar seragam dengan Perfumo. Bahkan, Ramsey berkata: “Kita tidak bertukar kaus dengan binatang!”

Seketika hal itu menjadi moment menarik dalam sejarah Piala Dunia sampai-sampai eks pelatih Ipswich Town itu menggelar sebuah konferensi pers kepada para media dunia.

“Permainan sepakbola kami yang baik akan terlihat saat berhadapan dengan tim yang datang untuk bermain, bukan berlaku seperti hewan.” ungkap pelatih yang membawa Inggris jawara Piala Dunia 1966.


Sejarah Tukar Menukar Jersey Dalam Sepakbola : Part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar