Minggu, 06 April 2014

Risiko Kanker dari Obat Kumur



Para ahli di Eropa memperingatkan menggunakan obat kumur lebih dari dua kali sehari dapat meningkatkan risiko kanker.

"Kami telah menemukan bahwa menggunakan obat kumur secara berlebihan- tiga kali atau lebih dalam sehari- meningkatkan risiko kanker," kata Pemimpin studi Dr David Conway, dari University of Glasgow.

Dia menambahkan, orang yang teratur merokok atau minum alkohol cenderung akan menggunakan obat kumur untuk menghilangkan baunya.

Juga ada beberapa kasus bahwa obat kumur menjadi resep dokter. Misalnya, pasien memiliki aliran saliva rendah karena kondisi tertentu atau obat-obatan yang mereka minum.

"Kecuali dokter gigi telah meresepkan obat kumur, secara pribadi saya pikir semua yang Anda butuhkan untuk kesehatan mulut yang baik adalah menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi berfluoride dan flossing, ditambah pemeriksaan rutin oleh dokter gigi," ujarnya seperti dilansir mirror.

Sebaliknya, peneliti tidak menemukan risiko kebiasaan menggunakan obat kumur yang hanya sekali dalam sehari. Alkohol dalam obat kumur diperkirakan membantu zat penyebab kanker seperti nikotin menembus lapisan mulut .

Obat kumur juga dapat menghasilkan zat yang disebut acetaldehyde karsinogen, yang bisa menumpuk ketika berdesir di sekitar mulut .

Studi ini rilis di jurnal spesialis Oral Onkologi.

Itu tampak pada studi terhadap 1.962 pasien dengan mulut atau kanker tenggorokan dan 1.993 orang tanpa penyakit yang dilakukan 13 universitas, termasuk Glasgow, di sembilan negara.

Para peneliti juga menemukan bukti bahwa orang dengan perawatan gigi yang buruk -- mereka yang tidak pernah atau hampir tidak pernah menggosok gigi mereka -- juga menghadapi peningkatan risiko kanker.



Risiko Kanker dari Obat Kumur - INILAH.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar